
Beberapa bulan belakangan ini kasus Penyakit Dengue Hemorrhagik Fever (DHF) marak terjadi di beberapa kota di Indonesia, atau yang lebih sering kita dengar dengan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Tingginya angka rawat inap RS di beberapa kota besar di Indonesia di dominasi oleh kasus penyakit DBD, sehingga banyak pasien yang berkunjung ke IGD RS sulit mendapatkan kamar akibat tingginya lonjakan kasus penyakit DBD, yang biasanya memang terjadi di setiap musim hujan dan musim pancaroba.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan, hingga bulan April 2024 ini telah ada 62.001 kasus penyakit DBD di Indonesia.
Propinsi Jawa Barat memiliki kasus yang paling tinggi yakni 17.331. Kemudian disusul Banten (5.877 kasus), Jawa Tengah (4.330 kasus), dan Jawa Timur (3.638 kasus). Sementara angka kematian akibat penyakit DBD tersebut mencapai 475 kasus.
Meskipun DBD dapat disembuhkan, namun kita perlu waspada terjadinya komplikasi berupa Syok pada DBD, istilah medisnya dikenal dengan “Dengue Shock Syndrome (DSS)” yang bisa berujung pada kematian.
Apa Itu Penyakit DBD ?
Penyakit DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh Virus Dengue yang diperantai oleh gigitan nyamuk Aedes Aegepty betina dan Aedes Albopictus.
Penyakit DBD banyak ditemukan di daerah tropis seperti Asia Tenggara, Brazil, India, termasuk diseluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat-tempat dengan ketinggian ≥ 1000 meter diatas permukaan air laut.
Penyakit ini sangat identik dengan musim hujan, sehingga masyarakat diharapkan bisa menerapkan sikap waspada dengan menerapkan 3M Plus.
Gejala Penyakit DBD :
KOMPLIKASI PENYAKIT DBD
Setelah muncul gejala tersebut, akan masuk fase kritis selama 2-3 hari (dimulai saat demam hari ke-4 dan ke-5).
Di fase ini biasanya terjadi kasus kematian, dimana banyak orang yang menyangka dirinya sudah sembuh : demam tinggi tadi sudah menurun, rasa sakit di tubuh mulai berkurang, dan menghilangnya beberapa gejala tambahan.
Padahal fase ini harus sangat diwaspadai karena bisa menyebabkan Dengue Shock Syndrome (DSS) yang bisa sangat berbahaya, bahkan berpotensi menyebabkan kematian, jika tidak ditangani secara cepat.
Gejala Dengue Shock Syndrome (DSS) :
PENCEGAHAN PENULARAN PENYAKIT DBD
Dengan melakukan 3M Plus, yaitu :
Dilakukan bila dijumpai penderita yang dirawat atau meninggal.
Untuk tindakan Fogging diperlukan laporan dari rumah sakit yang merawat pasien.
PENATALAKSANAAN
PERTOLONGAN PERTAMA :
Apabila demam tidak kunjung turun dalam waktu 3 hari, segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat atau dokter untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut dan pemeriksaan laboratorium darah untuk menegakkan diagnosa demam, apakah termasuk penyakit DBD atau tidak.
Waspada lah,,
Penyakit DBD bukan demam biasa.
Menjaga Kesehatan di Usia Lanjut itu PENTING apalagi Tetap Sehat dan Bugar itu PASTI BISA
Read More